Friday, 28 August 2009

Mengembangkan Tes Baku (Developing Standardized Tests)

Thomas Oakland

Test development has had a long and illustrious history. Test development activities occurred in China about 3000 years ago (Wang, 1993). One goal of these early efforts was to assist in selecting persons with suitable qualities to hold high ranking government officers. The next evidence of test development activities occurred during late 1800s when pioneers in psychology established laboratories for the study of human behavior. They developed tests to collect data from children, youth, and adults in order to describe important psychological qualities as well as to formulate and test theories (Oakland, 1995).

--------------------------------------------------

Pengembangan alat tes memiliki sejarah yang sangat panjang. Aktivitas pengembangan tes mulai muncul di Cina sudah sejak 3000 tahun yang lalu (Wang, 1993). Pada saat itu, salah satu tujuannya adalah untuk menyeleksi orang-orang untuk menduduki jabatan tinggi di pemerintahan. Fakta sejarah berikutnya tentang aktivitas pengembangan tes muncul sekitar akhir 1800-an, ketika pionir di bidang ilmu Psikologi mendirikan laboratorium untuk mempelajari perilaku manusia. Pada waktu itu, mereka mengembangkan tes untuk mengumpulkan data dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa untuk memperoleh gambaran tentang kualitas-kualitas psikologis yang penting serta untuk memformulasikan dan menguji teori-teori (Oakland, 1995).

============================================

Test use has become a daily occurrence for many people. Test use in schools is common. Students often take one or more teacher made tests each day. In addition, in some countries, students are given standardized tests measuring such qualities as academic aptitude, achievement, vocational interests, and learning styles.

-----------------------------------------------------------

Penggunaan tes kini telah menjadi bagian dari keseharian kehidupan individu. Tes sudah banyak digunakan di sekolah-sekolah. Pelajar-pelajar kini kerap menjalani satu atau lebih tes yang dibuat oleh guru di sekolah sehari-harinya. Di beberapa negara, pelajar-pelajar menjalani tes yang sudah dibakukan (tes baku) yang mengukur kualitas-kualitas seperti bakat akademis, dorongan berprestasi, minat pekerjaan, serta gaya belajar.

============================================

However, test use is not confined to school settings or to children and youth. For example, tests are used in medical and legal settings, when applying for jobs or driver's license, and when qualifying for professions. Persons of all ages can be expected to take tests.

-----------------------------------------------------------

Bagaimanapun, penggunaan tes juga tidak terbatas hanya pada lingkungan sekolah atau hanya ditujukan pada anak-anak dan remaja. Tes juga diterapkan pada berbagai lingkungan seperti di bidang hukum dan medis, ketika melamar pekerjaan atau hendak memperoleh SIM, dan ketika ingin memperoleh ijazah pada profesi-profesi tertentu. Orang-orang dari berbagai usia sama-sama berpeluang untuk menjalani tes.

============================================

Various reasons exist for using tests. The principle reason is to accurately describe behaviors or other important qualities. Accurate description is prerequisite to other reasons for test use. Other reasons may include the following: to assess and evaluate prior levels of attainment, to compare one individual with others of similar age, to diagnose, to estimate future behaviors, to assist in counseling (e.g., overcoming problems and planning for one's future), and to assist in student and employee selection as well as program planning and evaluation.

-----------------------------------------------------------

Ada berbagai tujuan untuk penggunaan alat tes. Tujuan utamanya adalah untuk menggambarkan perilaku atau kualitas lain secara akurat. Penggambaran akurat adalah prasyarat bagi tujuan lainnya. Tujuan lainnya antaralain termasuk: untuk mengases dan mengevaluasi kondisi pencapaian awal, untuk membandingkan individu yang satu dengan yang lainnya pada usia yang sama, untuk melakukan diagnosa, untuk mengestimasi perilaku di masa depan, sebagai alat bantu dalam konseling (contohnya; untuk mengatasi masalah dan merencanakan masa depan seseorang), dan sebagai alat bantu baik dalam proses seleksi karyawan dan pelajar maupun dalam perencanaan dan evaluasi program.

============================================

Test use may be characterized in terms of the importance of test use. Information from some tests (e.g., teacher made tests used routinely in classrooms) generally is less important than many other tests (e.g., those used in student and employee selection). Care is needed in constructing all tests. However, greater care is needed in the construction of those that are used for more important decisions that may significantly influence life outcomes. Given their importance, tests used for these purposes often are standardized and more carefully developed.

-----------------------------------------------------------

Kegunaan tes dapat digolongkan dalam kaitannya dengan pentingnya penggunaan tes. Informasi dari beberapa tes (contohnya: tes buatan guru yang rutin digunakan di kelas) secara umum dianggap tidak lebih penting dari banyak tes lain (contohnya: tes-tes yang digunakan untuk seleksi pelajar dan karyawan). Semua alat tes membutuhkan ketelitian dalam proses pembuatannya. Namun demikian, ketelitian yang lebih besar dibutuhkan dalam proses pembuatan tes yang akan digunakan untuk keputusan-keputusan yang lebih penting yang dapat secara signifikan mempengaruhi kehidupan. Berdasarkan hal ini, penggunaan tes untuk tujuan-tujuan tersebut seringkali dibakukan dan dikembangkan dengan lebih hati-hati.

============================================

Psychologists, educators, and other professionals have acquired considerable experience and expertise in developing standardized tests during the last 100 years. Thousands of standardized tests have been developed. Their use can be found in every country.

-----------------------------------------------------------

Psikolog, guru, dan profesional-profesional di bidang lainnya telah memperoleh cukup pengalaman dan keahlian dalam pengembangan tes-tes baku selama 100 tahun terakhir. Ribuan tes baku telah dikembangkan. Tes-tes tersebut dapat ditemukan di setiap negara.

============================================

The primary purpose of this chapter is to outline and describe the steps used to develop standardized tests. A secondary purpose is to encourage those interested in test development activities to become engaged in this process.

-----------------------------------------------------------

Tujuan utama dari bab ini adalah untuk menguraikan dan menggambarkan langkah-langkah untuk mengembangkan tes baku. Tujuan lainnya adalah untuk mendorong dan mengajak siapapun yang tertarik dengan pengembangan tes untuk terlibat dalam proses ini.


*Artikel sumber diambil dari:

http://www.intestcom.org/publications/orta/good%20practices%20for%20test%20developers.php