Pertukaran tidak langsung berbeda dengan pertukaran langsung dalam hal ada atau tidaknya medium yang digunakan.
Bayangkan jika A dan B melakukan pertukaran sejumlah barang komoditas m dan n. A mendapatkan komoditas n karena nilai kegunaan yang dimiliki komoditas tersebut baginya. Dia bermaksud untuk mengkonsumsinya. Hal sama juga terjadi pada B, yang mendapatkan komoditas m untuk segera digunakan. Ini adalah contoh pertukaran langsung.
Jika ada lebih dari dua orang dan lebih dari dua macam komoditas di pasar, pertukaran tidak langsung juga dapat dimungkinkan. Si A mungkin akan memperoleh komoditas p, bukan karena dia ingin mengkonsumsinya, tetapi karena ia ingin menukarnya dengan komoditas kedua q yang dia ingin konsumsi. Mari kita bayangkan si A membawa dua unit komoditas m ke pasar, si B membawa 2 unit komoditas n, dan si C dua unit komoditas o. A menginginkan satu unit untuk masing-masing komoditas n dan o, sementara B menginginkan satu unit untuk masing-masing komoditas o dan m, dan si C menginginkan satu unit untuk masing-masing komoditas m dan n. Bahkan dalam kasus ini pertukaran langsung dimungkinkan jika penilaian subyektif atas ketiga komoditas membolehkan pertukaran dari masing-masing unit m, n, dan o antara satu dengan yang lain. Namun jika hal ini atau hipotesa yang serupa dengannya partisipannya tidak memegang barang yang dibutuhkan, dan lebih jauh lagi pada jumlah pertukaran yang lebih besar di mana masing-masing partisipan tidak memegang barang yang dibutuhkan, maka pertukaran tidak langsung menjadi penting, dan permintaan atas barang-barang yang sebenarnya diinginkan ditambahi oleh permintaan akan barang-barang yang bisa ditukarkan dengan barang lain.
Mari kita ambil contoh kasus sederhana di mana komoditas p diinginkan hanya oleh para pemegang komoditas q, sementara komoditas q tidak dinginkan oleh para pemegang komoditas p, melainkan oleh pemegang komoditas ketiga yaitu r, yang mana komoditas r ini diinginkan oleh para pemilik komoditas p. Tidak ada pertukaran langsung antara orang-orang ini yang mungkin terjadi. Jika pertukaran ini kenyataannya tetap terjadi, yang terjadi adalah pertukaran tidak langsug. Contoh, anggap saja jika para pemilik komoditas p menukar p dengan komoditas q dan kemudian menukar lagi q dengan komoditas r yang sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Kasus ini secara hakekat tidak berbeda dengan kondisi di mana pemasokan dan permintaan tidak cocok secara kuantitas. Contoh, jika satu barang yang tidak dapat dibagi-bagi perlu ditukar dengan beberapa barang yang tersebar dan dimiliki oleh beberapa orang.
Pertukaran tidak langsung menjadi lebih diperlukan seiring peningkatan pembagian kerja dan keinginan-keinginan yang menjadi lebih beradab. Dalam kondisi perkembangan ekonomi saat ini, peristiwa di mana pertukaran langsung mungkin terjadi dan juga benar-benar berpengaruh telah menjadi sangat langka. Namun, bahkan saat-saat ini, hal tersebut kadang terjadi. Contohnya, pembayaran gaji dalam jenis, yang mana merupakan kasus pertukaran langsung sejauh pada satu sisi majikannya menggunakan pekerjaan untuk pemenuhan kebutuhan langsung dan tidak menukarnya, dan pada sisi yang lain karyawan mengkonsumsi barang yang diterima dan tidak menjualnya. Pembayaran gaji dengan jenis macam ini masih umum dijumpai di bidang pertanian, meskipun bahkan dalam lingkup ini kepentingannya mulai secara berkesinambungan dikurangi oleh penyebaran cara-cara kapitalistik manajemen dan pengembangan dari pembagian kerja.
Kemudian, sejalan dengan permintaan akan barang-barang di dalam pasar untuk konsumsi langsung, ada juga permintaan akan barang-barang yang mana para pembelinya tidak ingin mengkonsumsinya, melainkan ingin menggantinya dalam pertukaran yang lebih lanjut. Jelas bahwa tidak semua barang dibutuhkan bagi permintaan macam ini. Seseorang jelas tidak memiliki motif untuk melakukan pertukaran tidak langsung jika dia tidak berharap hal ini akan membawanya lebih dekat dengan tujuan terakhirnya, yaitu kepemilikan barang-barang untuk dia gunakan sendiri. Hanya dengan fakta bahwa tidak akan ada pertukaran kecuali dalam bentuk tidak langsung tidak dapat menyebabkan orang-orang melibatkan diri dalam pertukaran tidak langsung jika mereka tidak memiliki keuntungan personal mendesak dari situ. Pertukaran langsung menjadi tidak memungkinkan, dan pertukaran tidak langsung menjadi tidak berarti dari sudut pandang individu, tidak ada pertukaran sama sekali. Seseorang bersandar pada pertukaran tidak langsung hanya jika mereka memperoleh keuntungan darinya. Dengan kata lain, hanya jika barang-barang yang mereka peroleh lebih bisa dijual daripada barang-barang yang ingin mereka lepaskan sekarang.
Semua barang tidak memiliki potensi pasar (tukar) yang sama. Sementara hanya ada permintaan yang terbatas dan musiman terhadap barang-barang tertentu, permintaan terhadap barang-barang lain lebih umum dan tetap. Akibatnya, mereka yang membawa barang-barang jenis pertama ke pasar untuk ditukarkan dengan barang-barang yang mereka butuhkan akan memiliki prospek yang lebih kecil untuk sukses daripada mereka yang menawarkan barang-barang jenis kedua. Jika mereka tetap menukar barang-barang mereka yang relatif sulit dipasarkan (ditukar) itu dengan barang-barang yang lebih bisa dipasarkan, mereka akan selangkah lebih dekat dengan tujuan mereka dan dapat berharap untuk mencapainya dengan lebih pasti & ekonomis daripada jika mereka membatasi diri mereka sendiri dengan hanya melakukan pertukaran langsung.
Dengan cara inilah barang-barang yang secara alami paling punya potensi pasar (tukar) menjadi medium umum untuk pertukaran. Ini adalah barang-barang terhadap mana semua penjual dari barang-barang lain menukar barang dagangan mereka dan yang berguna untuk diperoleh lebih dulu bagi calon pembeli manapun dari komoditas lain. Dan semakin komoditas yang relatif lebih bisa dipasarkan itu menjadi medium umum untuk pertukaran, semakin tinggi perbedaan dalam hal potensi pasar komoditas ini dengan komoditas-komoditas lain, dan hal ini pada gilirannya menguatkan dan meluaskan posisi nya sebagai medium pertukaran.
Kemudian, persyaratan-persyaratan dari pasar telah secara bertahap membawa pada proses seleksi atas komoditas-komoditas tertentu sebagai medium pertukaran yang umum. Kumpulan komoditas-komoditas ini awalnya sangat banyak, dan berbeda-beda dari satu negara ke negara lain. Namun, seiring waktu, komoditas-komoditas ini semakin berkurang. Di mana pertukaran langsung dirasa tidak memungkinkan, tiap pihak dari suatu transaksi akan secara alami berusaha keras untuk menukar komoditas-komoditas mereka yang berlebih tidak hanya dengan komoditas yang secara umum lebih bisa dipasarkan (marketable), tetapi dengan komoditas-komoditas yang paling bisa dipasarkan. Dan diantara semuanya, dia akan secara alami memilih komoditas tertentu manapun yang paling bisa dipasarkan dari semuanya. Semakin barang yang pertama diperoleh (dalam pertukaran tidak langsung) bisa dipasarkan, semakin besar peluang seseorang untuk memperoleh tujuan utamanya tanpa banyak lagi melakukan manuver tambahan. Maka, ada tendensi yang tidak dapat dihindarkan, yaitu bahwa daftar barang-barang medium pertukaran yang lebih sulit dipasarkan akan ditolak satu demi satu sampai pada akhirnya hanya satu komoditas tunggal yang tersisa, yang secara universal telah digunakan sebagai medium pertukaran. Komoditas itu disebut: Uang.
Tingkat perkembangan dalam penggunaan medium pertukaran seperti tersebut di atas, yaitu penggunaan benda ekonomis tunggal secara eksklusif, belum sepenuhnya dicapai. Dalam masa-masa yang cukup awal, dan pada tempat-tempat tertentu lebih awal lagi, perluasan dari pertukaran tidak langsung telah membawa pada penggunaan dua logam mulia, emas dan perak, sebagai medium umum untuk pertukaran. Namun kemudian ada interupsi yang panjang terhadap proses penyempitan dari kelompok barang-barang yang digunakan untuk tujuan itu. Selama ratusan, bahkan ribuan tahun, pilihan manusia telah berganti-ganti antara emas dan perak. Penyebab utama dari fenomena yang luar biasa ini adalah kualitas alami dari kedua logam ini. Karena secara fisik dan kimia sangat mirip, logam-logam ini hampir sama bergunanya bagi pemuasan keinginan manusia. Keduanya terbukti sama baiknya untuk pembuatan berbagai jenis hiasan dan perhiasan. (Hanya saat-saat ini lah penemuan-penemuan teknologi yang terjadi telah sungguh-sungguh memperluas jangkauan penggunaan logam mulia dan juga telah mengidentifikasi perbedaannya dengan lebih cermat). Dalam komunitas yang terisolasi, penggunaan logam tertentu lainnya sebagai medium pertukaran tunggal kadang-kadang terjadi, namun kesepakatan jangka pendek seperti ini selalu segera hilang lagi setelah komunitas terisolasi tersebut berbaur dan larut berpartisipasi dalam perdagangan internasional.
Sejarah ekonomi adalah cerita tentang perluasan secara perlahan dari suatu komunitas ekonomi melampaui batas awalnya dari suatu rumahtangga yang kemudian merangkul suatu bangsa dan kemudian dunia. Namun setiap peningkatan dalam hal ukuran telah membawa pada dualitas baru medium pertukaran ketika sampai pada kondisi di mana dua komunitas yang bercampur tidak memiliki jenis uang yang sama. Tidak mungkin putusan akhir akan diumumkan sampai semua bagian-bagian utama dunia yang dihuni telah membentuk wilayah ekonomi tunggal. Karena sampai kapanpun tidak mungkin bangsa lain dengan sistem moneter yang berbeda bergabung dan memodifikasi organisasi internasional.
Tentu saja, jika dua atau lebih barang ekonomis memiliki potensi tukar yang persis sama, sehingga tidak satupun darinya yang lebih baik dari yang lain sebagai medium pertukaran, maka hal ini akan membatasi pengembangan menuju sistem moneter bersatu.
Thursday, 5 March 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment